Danrem 044/Gapo Hadiri Tanam Perdana Cetak Sawah Rakyat di Desa Lumpatan II

Jurnalist
30/11/25, 30.11.25 WIB Last Updated 2025-11-30T14:46:41Z

   Penrem 044/Gapo 30 November 2025
Sekayu, Musi Banyuasin – Komandan Korem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Adri Koesdyanto menghadiri kegiatan Tanam Perdana Cetak Sawah Rakyat di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.


Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis beserta Pejabat Utama Kodam II/Sriwijaya, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Produktivitas Pangan Brigjen TNI Ade Prasetya, para PJU Korem 044/Gapo, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba.


Dalam laporannya, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto menjelaskan bahwa lokasi Tanam Perdana yang digunakan merupakan lahan yang sebelumnya berupa hutan. Berkat kerja cepat di lapangan, dalam waktu sekitar satu bulan telah berhasil disiapkan 109 hektare lahan baru untuk persawahan.


Selain itu, Danrem juga memaparkan bahwa di wilayah OKI, PALI, Lahat, dan Muara Enim telah tersedia lahan siap tanam seluas 6.100 hektare. Jenis padi yang ditanam adalah Inpari 32, varietas yang dikenal tahan penyakit dengan usia tanam 120 hari. 


Produksi tanam perdana diperkirakan mencapai 5 ton, sementara tahap berikutnya dapat mencapai 8 ton per hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mempertahankan posisi Sumatera Selatan sebagai peringkat pertama Swasembada Pangan.


Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Tanam Perdana yang juga digelar secara daring di sejumlah wilayah Korem 044/Gapo seperti Muara Enim, OKU, Ogan Ilir, Lahat, dan Banyuasin. Beberapa daerah turut melakukan penanaman benih menggunakan teknologi drone, sebagai langkah modernisasi pertanian.


Pangdam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap target yang telah ditetapkan dapat tercapai demi peningkatan ekonomi masyarakat di Musi Banyuasin dan Sumatera Selatan.


Sejalan dengan itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel mengalami lonjakan signifikan dalam produksi gabah. Dari angka awal 2,7 juta ton, kini meningkat 700.000 ton, bahkan sebelum memasuki panen raya. Masih terdapat potensi peningkatan hingga total 519.000 hektare lahan tanam.


“Pada 2018 Sumsel berada di peringkat 8 nasional, sekarang masuk 5 besar. Kita berharap bisa tembus 3 besar nasional,” ujar Gubernur.


Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir tidak melakukan impor beras dan kini mencapai surplus lebih dari 1 juta ton. Ia berharap Sumatera Selatan dapat memperoleh izin ekspor beras di masa mendatang.


“Kita harus bersyukur karena terhindar dari bencana besar, menandakan bahwa pengelolaan alam kita cukup baik. Lahan pangan harus dijaga dan tidak dialihfungsikan. Pergub segera diterbitkan. Dengan ini saya nyatakan Tanam Perdana dimulai,” tegasnya.


Kegiatan Tanam Perdana ini juga diisi dengan dialog virtual antara Gubernur Sumsel dengan peserta dari berbagai daerah yang turut melaksanakan tanam perdana secara serentak. Komitmen sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI menjadi kekuatan utama dalam mempercepat program cetak sawah rakyat untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Pewarta : M. Efendi 

Komentar

Tampilkan