Acara tersebut berlangsung di wallo green yang dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, unsur pemerintah, TNI–Polri, serta tamu undangan lainnya, di antaranya Pdt. Dr. Octaviusta Bangun, M.Th., M.Min, Pdm. Jini Arianto Nazara, SE., S.Th, Pdt. Marieli Zega, S.Th, mantan wakil bupati nias selatan Firman Giawa, S.H., M.H, perwakilan Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan Nurhayati Telaumbanua, Pembina Sekaligus Pendiri BMP dan Ikmanira Dr. Yasatulo Lase, Danlanal Nias, Danramil Telukdalam Mayor Inf. Yustinus Waruwu, SE, Kapolres Nias Selatan, serta pengurus BMP, Ikmanira, insan pers, LSM, dan para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pembina BMP dan Ikmanira Dr. Yasatulo Lase, SE., MA., M.A.P, dengan yel-yel organisasi “BMP: Berkumpul, Bersatu, dan Bergerak” serta “Ikmanira Aine Faohe Tanga”, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang telah menuntun dua organisasi ini selama kurang lebih enam tahun dalam menjalankan visi dan misi kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa visi kemanusiaan BMP dan Ikmanira telah diwujudkan secara nyata, antara lain melalui pembangunan Rumah ke-10 pada peringatan HUT Polri dan Rumah ke-11 pada peringatan HUT Danlanal Nias. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa kebersamaan dan komitmen mampu melewati berbagai tantangan selama proses yang dijalani.
Lebih lanjut, Yasatulo Lase menyampaikan bahwa kegiatan perayaan Natal dan syukuran ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah mempererat persaudaraan. Ia juga menyinggung dinamika organisasi, di mana ada anggota yang telah berpulang sesuai kehendak Tuhan, namun di sisi lain keluarga besar BMP dan Ikmanira terus bertumbuh dengan hadirnya anggota-anggota baru.
“Logo kita menggambarkan tangan yang saling menggenggam. Itu adalah simbol kebersamaan. Semakin erat genggaman itu, semakin kuat dan kokoh kita dalam mewujudkan visi dan misi kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam pesannya, ia menekankan dua hal penting, yakni tidak melupakan kasih Tuhan dalam segala keadaan serta menjadikan hidup bermanfaat bagi sesama di mana pun berada. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus bergandengan tangan, tergerak oleh kasih, dan bersama-sama membangun.
“Puji Tuhan, hingga saat ini 11 rumah tidak layak huni telah berhasil diubah menjadi rumah layak huni. Semua ini bukan karena kehebatan kita, melainkan karena kebersamaan dan pertolongan Tuhan,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh hadirin:
“Jika ada jarum yang patah, jangan disimpan dalam peti; dan jika ada kata yang salah, jangan disimpan dalam hati.”
Secara keseluruhan, kegiatan Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru BMP dan Ikmanira Kabupaten Nias Selatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita.
ℜ𝔢𝔡𝔞𝔨𝔰𝔦





