Jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter tersebut merupakan bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang ditujukan untuk membantu membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pengocoran lantai sebagai bagian dari tahap penyelesaian konstruksi.
Di lokasi pembangunan, personel Koramil 06/Tuhemberua Kodim 0213/Nias, prajurit Yonzipur 1/DD, personel Yon TP 903/Baluseda, dan masyarakat setempat tampak bergotong royong menyelesaikan pekerjaan. Kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan dapat memudahkan warga dalam beraktivitas sehari-hari, mulai dari mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan lainnya. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian masyarakat juga diyakini akan semakin berkembang.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy S.I.P., mengatakan pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud kepedulian negara dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara TNI dan warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak bagi kesejahteraan rakyat.
Sumber : Pendam I/BB



