Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel Bapak H. Herman Deru dan dihadiri Jajaran Forkopimda mulai dari Kapolda Sumsel, Kajati, hingga para Kepala Daerah se-Sumatera Selatan guna menyatukan persepsi dan langkah preventif menghadapi musim kemarau.
Kehadiran Pangdam II/Sriwijaya dalam rakor ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penuh pemerintah daerah menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dari ancaman asap, serta turut dalam mendampingi Pangdam II/Swj dalam kegiatan ini antara lain Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., beserta jajaran Asisten Kasdam II/Swj dan para Dandim jajaran Kodam II/Swj. Sinergi lintas sektoral ini menjadi kunci utama agar penanganan Karhutla di lapangan dapat berjalan efektif, cepat, dan terukur.
Rangkaian acara diawali dengan paparan teknis dari Kepala BMKG terkait prediksi cuaca, disusul paparan dari Danrem 044/Gapo selaku Komandan Satuan Tugas Operasi (Danops) Pengendalian Karhutbunlah. Dalam laporannya, dipaparkan kesiapan personel, pemetaan titik rawan (hotspot), hingga strategi pemadaman baik melalui darat maupun udara.
Gubernur Sumsel dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan kolaborasi aktif semua pihak, termasuk peran BUMN/BUMD yang ada di wilayah terdampak dan
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanggapan dari jajaran Forkopimda serta para Bupati/Walikota se-Sumsel. Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki kesiapan maksimal dalam aksi tanggap darurat maupun edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar lahan.
Kodam II/Sriwijaya memastikan seluruh jajaran Babinsa di tingkat bawah siap bersiaga bersama Polri dan BPBD untuk melakukan pemantauan rutin demi mewujudkan Sumsel bebas asap di tahun 2026.
Jurnalis : M. Efendi


