Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty Paparkan Hasil Pemeriksaan DNA Korban Kecelakaan Maut di Muratara

Jurnalist
15 Mei 2026, 19:28 WIB Last Updated 2026-05-15T12:30:08Z

Palembang → Polda Sumatera Selatan menggelar konferensi pers terkait perkembangan proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik dalam penanganan musibah nasional yang menjadi perhatian luas masyarakat.


Konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Sumsel, Palembang, pada Jumat, 15 Mei 2026, memaparkan keberhasilan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dalam mengidentifikasi jenazah korban melalui metode pemeriksaan DNA secara ilmiah, rigid, dan profesional.


Kecelakaan tragis antara Bus ALS dan truk tangki tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu, 6 Mei 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan 19 korban meninggal dunia, dengan rincian 17 korban meninggal di lokasi kejadian dan dua korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang.


Sejak 8 Mei 2026, tim gabungan dari Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumatera Selatan bekerja intensif melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban. Pemeriksaan dilakukan melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah dengan DNA ante mortem milik keluarga korban.


Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil diidentifikasi secara medis dan legal melalui analisis profil DNA. Dengan demikian, total korban yang telah berhasil diidentifikasi hingga saat ini mencapai 14 orang.


Dalam proses identifikasi, tim DVI menemukan fakta bahwa dari total 16 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian, terdapat 17 jenazah karena adanya bagian tubuh berbeda yang berada dalam satu kantong jenazah. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian dan standar pemeriksaan forensik tingkat tinggi.


Saat ini, tiga jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan di laboratorium DNA guna memastikan akurasi pencocokan data sebelum identitas resmi diumumkan kepada pihak keluarga.


Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM., menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah forensik internasional untuk memastikan ketepatan data identitas korban.


“Kami menerima sampel DNA post mortem dan ante mortem untuk dilakukan analisis profil DNA secara menyeluruh mulai dari ekstraksi, kuantifikasi, hingga pencocokan akhir sebelum diterbitkan hasil pemeriksaan resmi,” jelas Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM.


Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa kehadiran tim ahli dari Mabes Polri menunjukkan komitmen institusi dalam memberikan kepastian informasi kepada keluarga korban secara profesional dan humanis.


“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penanganan korban kecelakaan ini dilakukan dengan standar operasional terbaik, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan memastikan pelayanan kepada keluarga korban menjadi prioritas utama.


“Kami memastikan proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan profesional. Polda Sumsel bersama seluruh unsur terkait terus memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban dalam proses identifikasi maupun pemulangan jenazah,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang guna membantu percepatan proses identifikasi.


Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan kepastian informasi, perlindungan kemanusiaan, dan penanganan profesional terhadap setiap peristiwa kecelakaan menonjol di wilayah Sumatera Selatan.


Pewarta : M. Efendi 

Komentar

Tampilkan