Jembatan yang memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter dan tinggi 2,5 meter itu dibangun untuk mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Setelah rampung, jembatan diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran mobilitas warga di Desa Sihare’o Siwahili.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI untuk Rakyat yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan TNI AD dalam membantu pemerintah menghadirkan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat hingga ke wilayah daerah.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh Babinsa Kodim 0213/Nias bersama masyarakat. Kebersamaan tersebut terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, dengan dukungan berbagai material dan peralatan seperti semen, pasir, batu, besi, papan, balok, bambu dan paku.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan keterlibatan masyarakat bersama personel TNI menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.
“Semangat gotong royong seperti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap jembatan ini segera selesai dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menunjang kelancaran aktivitas serta akses warga,” ujar Kapendam.(Pendam I/BB)


